Suasana hangat dan penuh keakraban tercipta pada Sabtu, 27 September, di Hotel Aryaduta Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Ketua IMI DKI Jakarta, Anondo Eko, menerima sebuah lukisan istimewa dari Dr. Bagus Darmayasa, mantan Ketua IMI Bali. Momen ini bukan hanya penyerahan karya seni, tetapi juga simbol ikatan kekeluargaan dan semangat kebersamaan yang terus terjalin antar-IMI di berbagai daerah.
Dr. Bagus Darmayasa dikenal luas bukan hanya sebagai tokoh otomotif, tetapi juga sebagai seniman ternama di Indonesia. Dengan latar belakangnya yang kuat di dunia seni, beliau berhasil menghadirkan karya lukis penuh makna. Lukisan yang diserahkan kepada Ketua IMI DKI Jakarta menjadi wujud penghormatan sekaligus ungkapan persahabatan yang tulus.
Pertemuan ini mencerminkan eratnya hubungan kekeluargaan antara IMI Bali dan IMI DKI Jakarta. Ikatan tersebut terus terjalin dari masa ke masa, menunjukkan bahwa organisasi otomotif tidak hanya tentang kendaraan, tetapi juga tentang nilai kebersamaan, persahabatan, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Momen penyerahan lukisan dilakukan dalam suasana santai saat sarapan pagi. Walau sederhana, kehangatan pertemuan tersebut memberikan kesan mendalam. Kebersamaan antar-pengurus IMI, baik yang masih aktif maupun yang pernah menjabat, menjadi bukti bahwa rasa memiliki terhadap organisasi tetap hidup, meskipun waktu terus berjalan.
Anondo Eko sebagai Ketua IMI DKI Jakarta menyambut baik karya kenangan ini. Bagi beliau, lukisan tersebut bukan sekadar gambar, melainkan cerminan perjalanan, dedikasi, dan kecintaan pada dunia otomotif. Seni dan otomotif berpadu indah dalam satu bingkai, menciptakan makna yang lebih luas dari sekadar hobi atau profesi.
Di sisi lain, Dr. Bagus Darmayasa menunjukkan bahwa kecintaan terhadap otomotif dapat diekspresikan dalam berbagai bentuk. Melalui karya seninya, beliau mengingatkan bahwa dunia otomotif memiliki sisi humanis, yang mampu menyatukan orang dari latar belakang berbeda.
Momen ini diharapkan menjadi pengingat akan pentingnya menjaga hubungan baik antar-daerah, memperkuat kolaborasi, serta mengembangkan dunia otomotif Indonesia secara lebih solid. IMI bukan hanya wadah kompetisi, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan kebersamaan, kreativitas, dan semangat saling mendukung.
Dengan adanya pertemuan dan simbol persahabatan seperti ini, IMI DKI Jakarta semakin optimis untuk terus melangkah maju. Kebersamaan dengan IMI Bali dan daerah lainnya akan menjadi energi baru dalam memperkuat eksistensi IMI sebagai organisasi otomotif terbesar di tanah air.
